Hari Jum’at Tanggal 28 November 2008 (ba’da sholat jum’at), kami Fpqh di datangi seorang ustad berjenggot /mualaf mauludin. yang intinya dia mengajak diskusi pembahasan masalah keamiran, seperti biasanya dia menerangkan bahwa keamiran kami fpqh tidak syah atau batal sebab keamiran kami tidak memenuhi standart keamiran yang syah. alasannya tidak memiliki wilayah kekuasaan, padahal di blog kami sudah dijelaskan secara panjang lebar ” wilayah kekuasaan bukanlah syarat syah atau tidaknya keamiran” karena tidak ada dalil satupun yang menerangkan bahwa seorang amir harus mimiliki wilayah kekuasaan. contoh : ” Rosul berperang bukan merebut atau mencari wilayah kekuasaan tetapi beliau berperang untuk mengajak manusia masuk agama islam ( jadi tidak sama dengan perangnya Indonesia Vs Penjajah) jadi kalau ulama’ yang mengaku dirinya golongan salaf mengatakan bahwa keamiran identik dengan wilayah/daerah kekuasaan ini jelas pendapat yang salah besar.
disini akan saya ceritakan diskusi yang telah kami rangkum dengan anak buahnya mauludin :
Ustadz : ” Seorang amir atau imam berhak melindungi kaum muslimin “, seandainya saya dirampok bisakah amirmu menyelesaikan masalah ini ?.
Fpqh : ” BISAAA..”
Ustadz : ” dengan cara apa ?”
Fpqh : ” dengan cara, anda dinasehati supaya sabar tawakal istirjak ”
Ustadz : ” saya butuh penyelesaian bukan nasehat ”
Fpqh : ” Jama’ah memiliki kekompakan, seperti halnya kaum muslimin jaman Rosululloh saw”. kalau anda ingin penyelesaian Jamaah siap membantu dengan
segala cara, dan kemampuan”.
Ustadz : ” saya tidak puas dengan jawaban seperti itu.”
Fpqh : ” Oke….”, kalau anda lapor SBY sebagai amir anda atau polisi, apakah ada jaminan 100 % barang anda yang dirampok bisa kembali ?
Ustadz : ” terdiam”.
Fpqh : ” sekarang saya jelaskan tugas seorang amirul mukminin atau imam ada yang lebih penting tidak sekedar ngurusi rampok, jambret, atau copet”.
sekarang saya ganti bertanya kepada anda, “ pernahkah amirmu mulai zaman amir pak Karno sampai amir SBY memberikan nasehat kepada kaum
muslimin untuk menetapi sholat, puasa, zakat, atau pernahkah amirmu memberi sanksi kepada kaum muslimin yang meniggalkan sholat, puasa,
zakat ??????????”.
Jawabnya Jelas TIDAK PERNAH. padahal diterangkan dalam sebuah hadist ” seorang pengatur/amir adalah payungnya Alloh”
maksudnya yang melindungi dan menegakkan hukum2 Alloh/Qur’an Hadist. . sebab mereka bukanlah seorang amir/imam yang dimaksud
dalam Qur’an Hadist melainkan seorang islam yang berprofesi sebagai Presiden termasuk ada lagi orang islam yang berprofesi sebagai menteri,
gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, RT/RW. sedangkan presiden sendiri kalau ditanya, Apakah kamu presiden/gubernur sebagai amirul
mukminin ? mereka pasti akan menjawab, Apa itu Amirul mukminin ? Aneh ya, seorang yang dianggap Amir tetapi dia sendiri tidak merasa menjadi Amir, Lucu ya…, Sebenarnya yang geblek tu siapa sich… ?




“ pernahkah amirmu mulai zaman amir pak Karno sampai amir SBY memberikan nasehat kepada kaum
muslimin untuk menetapi sholat, puasa, zakat, atau pernahkah amirmu memberi sanksi kepada kaum muslimin yang meniggalkan sholat, puasa,
JANGAN GITU MAS SEHARUSNYA GINI” apakah amirmu tertib sholatnya, bayar zakat, negakin syari’at?”
Ustadz : ” Seorang amir atau imam berhak melindungi kaum muslimin “, seandainya saya dirampok bisakah amirmu menyelesaikan masalah ini ?.
Fpqh : ” BISAAA..”
Ustadz : ” dengan cara apa ?”
Fpqh : ” dengan cara, anda dinasehati supaya sabar tawakal istirjak ”
SEBENARNYA ADA CARA LAGI yaitu jamaah supaya menertibkan ASAD DENGAN DEMIKIAN DIA DAPAT MEMBELA DIRNYA..
Bener sekali itu namanya GEBLEK….
walah3x.., mirip Holywood USA yang mempunyai studio filmnya, produserrnya sampai skenarionya. Disini nampak lxxx islam jamaah jadi jagoanya. Ngomongin Pak Mauludin orang salafi sebagai penjahat, ya mesti aja Pak mauludin kayak penjahat yang bodoh dungu dan pasti keok dunk..
Ok.., begini saja, buktiin kalo ij lxxx itu adalah islam yang bener. Dari mengenai pembentukan keimaman, harus baiatnya umat islam indonesia ke Pak Azis, sehingga kalo tidak baiat ama Pak azis disamain dengan kafir, kemudian infak ,serta surat tobatnya.
ASAD pemula kliatan begonya lu!!
saya mau tanya mas FPQH, amakah orang berjenggot itu bilang kalo imamnya itu pak SBY??kok dia sampeyan suruh lapor ke SBY??saya sebagai orang bodoh, kl liat di tulisan2 diatas kok malah lebih condong ke asad pemula yah,dia tanya eh malah ama si dudul jokambali dibilang bego bukannya dikasih tau yang benar kaya gimana?? sebenernya yang bego itu siapa??kl mas jokam bali bisa menjawab pertanyaan asad pemula sih bilang bego2 gitu ada benarnya…tapi maap sebelumnya mas jokambali kl jawab harus dengan dalil yah ga usah pake analogi2 kaya mas yang tulisannya merah2 itu. kl mas jokambali ga bisa jawab berarti mas lah ORANG YANG BEGO TERSEBUT,ga ngerti kok bego2in orang….
sebagai tambahan,ini hanya menurut saya.maaf kalo salah menurut fpqh(kl nyalahin harus bisa benerin).
Surat tobat = mirip orang katolik,surat pengampunan dosa yang pembayarannya ditentukan oleh besarnya dosa yang dikerjakan,tentunya berdasar peraturan uskup.
Infak persenan = kenapa ga dijadikan iuran organisasi saja,kan ditentukan besarnya, soalnya kl dinamain infak terus yang ga ngerjain dihukumi dosa takutnya BID’AH, tahukan kalo bid’ah ga ada yang hasanah.
Menghukumi orang lain kafir = harus dengan dalil bahwa dia bener kafir kalau tidak mengikuti imam sodara, terus seharusnya sodara tahu keimaman yang benar itu kaya gimana???
udah gitu aja tambahannya,mohon diterangkan dengan dalil,ga perlu emosi, atau mengatakan saya orang BEGO karena akan menjadikan anda seperti orang BEGO.jangan takut saya ga percaya,sebab yang baca bukan saya doank,kl penjelasan anda sesuai qur’an hadist insyaalloh yang berfikiran jernih bisa memahami. ok??
sebanarnya “sayabodoh” itu baca artikel ini apa belum…dan artikel sebelumnya. kalau benar yang kamu kaji adalah Qur’an Hadist pastilah kamu tahu semua tentang Jama’ah, Keamiran, dan Ijtihad. dan Alloh pun memerintahkan kepada orang yang iman supaya menetapi agama islam dengan berjama’ah. dan jauhilah firqoh. saya curiga…kalau melihat komentar anda “sayabodoh”..jangan-jangan yang anda kaji bukan quran hadist tetapi anda hanya membca buku-buku..karangan orang-orang yang tak jelas tujuannya…
dr azhari bisa menyimpulkan begitu bisa di jelaskan????
oh iya jangan jawabnya pake teka-teki seperti itu…. seumpamanya katakanlah saya bener2 buta mengenai islam yang bener dan yang salah…..terus saya baca perdebatan di atas terus saya pengen tahu yang benar mana? apakah itu salah????
Kembali kepada Al-Qur’an dan sunah, pemahamam yang benar dan pengamalan yang murni tan tambahan ataupun dikurangi. Itulah yang Rosululloh SAW dan para Sahabat telah contohkan kepada kita, jalan yang menuntun kita dalam kebenaran. semoga Alloh memberikan idayah kepada kita semua.
Sharing pengalaman, sharing ilmu iu boleh dan sangat bagus bgt, tp klo udah menyentuh dalil amsol jangan diperdebatkan..
dari tadi saya liat arah pembicaraan semakin melebar dan melebar, jauh dari topik yang ingin diangkat penulis,
hati2, jngn smpi ragu-ragu..
Agama adalah untuk dipelajari dan diamalkan, bukan diperdebatkan..
Instropeksi sendiri-sendiri, sejauh mana pemahaman kita tentang QHJ, jika merasa kurang sudah ada belum usaha kita untuk menambah kefahaman???
Itu lebih penting…
dan untuk mendapatkan ilmu itu, alangkah baiknya tidak melalui blog ini saja, tapi bertanya ke orang yang dirasa lebih tahu disekitar kita, sehingga tidak ada keragu-raguan lagi..
Tingkatkan terus kefahaman QHJ….
Jazakallahuchoiron