Front Pembela Qur'an Hadist

" Kembali pada Hukum Alloh Rosul "
RSS Feed
  • Anda dapat berlangganan blog saya melalui Google Reader.
  • Home
  • Visi
  • Misi
  • Contact us
  • Download
  • Crew FPQH
  • Sidebar Off
  • Sidebar On

    Clock


  • Clock Plugin created by Jake Ruston's Wordpress Plugins - Powered by Art Portfolio Case and home mortgage online.

  • Jumlah Pengunjung

    find a web designer
  • Facebook

    FPQH

    Promote Your Page Too
  • NB

    Kami Ucapkan sukron jazila, Jazakumuollohukhoiro kepada semua pihak yang telah membantu dalam mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran dalam rangka perjuangan ini. semoga menjadikan kebarokahan dan bermanfaat bagi kelangsungan ilmu qur'an hadist. Amin

  • Archive for the ‘Obrolan ringan bersama orang yang mengaku salaf versi Indonesia’ Category

    09
    Feb

    Obrolan ringan bersama orang yang mengaku Salaf versi Indonesia

    10 CommentsIslam, Obrolan ringan bersama orang yang mengaku salaf versi IndonesiaFebruary 9th, 2010admin

    Fpqh Kembali menampilkan Obrolan ringan dengan orang yang mengaku Salaf versi Indonesia ;

    disini akan kami bahas tentang

    1. Berdo’a sambil mengangkat tangan
    2. Jenggot
    3. Sunnah Sahabat

    1. Berdo’a Sambil Mengangkat Tangan

    Menurut orang yang mengaku Salaf versi Indonesia berdoa sambil mengangkat tangan boleh dilakukan setelah sholat Sunnah saja dan di luar waktu Sholat, Selain itu tidak boleh di kerjakan sambil mengangkat tangan, dasar mereka beranggapan seperti itu adalah mereka mengatakan : ” Tidak ada satu hadist pun yang menerangkan berdo’a sambil mengangkat tangan kecuali dua hal diatas“.jadi menurut mereka setelah Sholat Wajib tidak boleh berdo’a sambil Mengangkat tangan. ==> sebab tidak ada hadistnya.

    Menanggapi hal diatas kami Fpqh akan meluruskan dengan bahasa yang sederhana agar para pembaca bisa lebih mudah dalam mencerna. seperti ini ==> “Hadist adalah cerita, dan dalam cerita ada beberapa bagian : ada Judul, Tema, Topik dan alur cerita“. dan dalam memahami sebuah hadist kita di tuntut teliti, benar, dan tepat. salah mengambil bagian dalam hadist itu dampaknya sangat fatal, maksud kita ingin menerapkan suatu hadist tetapi justru menciptakan Bid’ah.

    contoh :

    kita mengambil hadist bab Sholat, yang kita ambil untuk pemahaman bukan dimana Rosul mengerjakan Sholat / Sholat hanya boleh dikerjakan di suatu wilayah / Negara tertentu dimana Nabi mengerjakan Sholat, tetapi yang ambil untuk pemahaman adalah Bagaimana Tata cara Sholat, mulai dari gerakan Sholat dan Bacaan Sholat yang di Sunnahkan.

    sebab bisa saja kita beranggapan: dulu Nabi Sholatnya di wilayah Arab Saudi, jadi Sholat di Luar Arab Saudi tidah sah. termasuk di Indonesia dll. sebab tidak ada tuntunan dari Rosul Sholat di kerjakan di Indonesia …. Apa Jadinya kalau kita beranggapan demikian ????

    Sekarang kembali pada bahasan berdo’a sambil mengangkat tangan, kita mengambil suatu hadist bukan ” kapan di perbolehkan berdo’a sambil mengangkat tangan, tetapi yang diambil dan ditekankan adalah adab/tatacara berdo’a sambil mengangkat tangan.

    kesimpulannya :

    1. adab / tata cara berdo’a yang dicontohkan Rosul adalah sambil mengangkat tangan.
    2. tidak ada batasan dalam berdo’a, kapanpun berdo’a pasti di dengar oleh Alloh, kecuali jangan berdo’a di tempat larangan…

    2. Jenggot …. Wajibkah Jenggot ?


    Fpqh beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang mengaku Salaf versi Indonesia dan membicarakan tentang masalah hukumnya Jenggot, diantara mereka ada bermacam-macam hujah tentang Jenggot, tetapi dapat kita ambil kesimpulan, Jenggot menurut mereka adalah Wajib. dan untuk lebih jelasnya kita ceritakan sedikit alur pembicaraan Fpqh dengan mereka orang yang mengaku Salaf versi Indonesia :

    Fpqh : ” Apakah Jenggot menurut Anda Wajib ? ”

    Slf versi Indonesia : ” Ya … dasar wajibnya jenggot adalah termasuk Sunnah Rosul, yangmana Rosul bersabda : ” Alaikum biSunnahti … “, yang kalau dijabarkan atau di di hubungkan dengan hadist diatas Jenggot termasuk Sunnah dan wajib kita untuk menetapi Sunnah. dan Rosul tidak pernah memerintahkan untk mencukur Jenggot kecuali 3.

    Fpqh : ” Kalau mendengar dasar dalil ” Alikum biSunnati… ” Jenggot di wajibkan, bukankah Sholat Duha, Puasa Senin Kamis juga termasuk Sunnah…. apakah itu juga Wajib ???”.

    SlfversiIndonesia : ” < terdiam >…”.

    Fpqh : ” Untuk memahami Suatu perintah itu Wajib / tidak wajib. cukup melihat, Apakah perintah itu ada Ancamannya/Sangsi bila tidak di kerjakan…. . maka kalau perintah itu di kategorikan Wajib maka kalau perintah tersebut tidak dikerjakan pasti ada sangsinya.

    contoh : ” Barangsiapa yang meninggalkan Sholat 5 waktu maka hukumnya Kafir “, ” Barang siapa mampu Haji tidak mau berangkat Haji maka kalau Mati dia dihukumi Mati dalam keadaan Yahudi atau Nasroni.

    pertanyaanya : Apa sangsi / ancamannya orang yang tidak berjenggot / sengaja memotong jenggot ???

    eeee…. ternyata orang yang mengaku Salaf versi Indonesia itu tidak bisa menjawab.

    kesimpulan : Alloh / Rosul tidak mungkin membuat suatu perintah wajib tidak disertai sangsi/ancaman bila tidak dikerjakan. dan masalah hukum Jenggot adalah Tidak Wajib.

    3. Sunnah Sahabat


    Orang yang mengaku Salaf versi Indonesia sering mengatakan Sunnah Sahabat, maksudnya dalil “Maana alaihi wa ashabihi” diartikan dan dipahami ==> ikutilah Sunnahku dan Sunnah Sahabat.

    Apa ada Sunnah Sahabat ? di dalam hadist yang namanya Sunnah ada 2 : Sunnah Rosul dan Sunnah Kholifah. berdasarkan dalil: ” Alaikum biSunnati Wa Sunnati Khulafaurrosyidin” tetapilah Sunnahku dan Sunnah para Khulafaurrosyidin.

    Bukankah Kholifah juga Sahabat ? Benar… Kholifah adalah Sahabat, tetapi Sahabat belum tentu Kholifah, maka kalau orang yang mengaku Salaf versi Indonesia mengatakan Sunnah sahabat ini jelas Salah sebab tidak semua sahabat itu Khulafaurrosyidin.

    Sunnah adalah perbuatan dan Ucapan yang diikuti untuk dijadikan ibadah dan didalam hadist cuma ada 2 Sunnah yang di perintahkan untuk diikuti yaitu : ” Sunnah Rosul dan Sunnah Khulifaurrosyidin “. Kalau ada Sunnah Sahabat terus Sahabat yang mana yang kita ikuti Sunnahnya, sebab Sahabat jumlahnya banyak….. Tsa’labah, Jadih bin Qoes, Abdulloh bin Uba’i yang juga termasuk Sahabat. Apakah kita harus ikuti Sunnah mereka ?????.

    NB : untuk berikutnya kami akan kupas Surat At-taubah ayat 100 yang di putar balikkan oleh orang yang mengaku Salaf versi Indonesia untuk menguatkan hujahnya, padahal tidak sesuai dengan makna sesungguhnya….

    Islam, Salaf

    • Search:
    • Menu Utama

      • Home
      • Visi
      • Misi
      • Contact us
      • Download
    • Artikel

      • Islam
        • As-Sulthon menurut Qur’an Hadist
        • Dakhonuh
        • Jama'ah
        • Keutamaan Ilmu Mangkul
        • Metode Mempelajari Qur'an Hadist
        • Obrolan ringan bersama orang yang mengaku salaf versi Indonesia
        • Penjelasan Surat Ali-Imron ayat 103 dan 105
        • Wajib Bai'at
        • Wassabiquna Alauwalun
      • Obrolan Ringan
        • Answer for Comment of Mr Gonang in artichel Wajib Bai’at
        • Faham Salaf indon == Faham Yahudi …???
        • Ijtihad Amir Salafi Indon…
        • Jawaban untuk Komentar ” Abu Fadhilah “
        • Perdebatan Orang Iman Vs Kafir
        • Perdebatan with Salafi
        • Sejarah Singkat KeAmiran Gol. yang mengaku Salafy di Indonesia
        • Tanggapan untuk Salafi
        • “Front Pembela Qur’an Hadist ” Vs “Oposisi / Mua’laf Mauludin”
    • Information

      51,733 spam comments blocked by
      Akismet
      • Home
      • Visi
      • Misi
      • Contact us
      • Download
      • Crew FPQH

      Developed by Official Front Pembela Qur'an Hadist © 2010