09
Feb
دَخَنُهُ
Salaf atau Salap
Salafy atau Salappi
Apa yang dimaksud dengan dakhonuh ?
- menurut hadist yang diriwayatkan Hudaifah dalam hadist Bukhori dakhonuh adalah asap atau pengaruh di zaman khoir, zaman dimana hukum Qur’an Hadist bisa ditegakkan oleh seorang imam, mereka adalah berasal dari kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita (bahasa arab / bahasa qur’an hadist). Intinya mereka adalah orang-orang yang bertopeng islam (berbicara atas nama Qur’an Hadist tetapi ajakannya menyimpang jauh dari ajaran Qur’an Hadist
Apa yang dimaksud dengan Salaf atau Salafy ?
- sekarang di Indonesia ada sekelompok golongan yang mengklaim dirinya penganut paham Salaf, tetapi apa-apa yang diajarkan jauh menyimpang dari paham Salaf yang sebenarnya, banyak keterangan-keterangan yang menyimpang dari Qur’an Hadist. Mereka berbicara seolah-olah atas nama Qur’an Hadist tetapi keterangan sangat menyimpang dari keterangan yang sebenarnya. Disini saya petikkan beberapa keterangan yang tidak sesuai dengan Qur’an Hadist :
“ Jahiliyah “
- di dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad juz 4 sokhifah 96: “ barang siapa yang mati tidak mempunyai imam maka matinya mati Jahiliyah “. Oleh mereka Jahiliyah disini di pahami “ bodoh “, padahal Jahiliyah disini memiliki makna “ mati dalam keadaan Jahiliyah atau Kafir “, berdasarkan beberapa dalil yang menguatkan. Jama’ah, beramir, berbaiat, adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, syarat Jama’ah harus punya Imam atau tidak di katakan Jama’ah kalau tidak memiliki Imam, padahal berdasarkan Hadist yang di riwayatkan Abu Dawud : “ islam pecah menjadi 73 golongan, 72 golongan masuk neraka/tidak Jama’ah/tidak punya Imam,dan yang 1 masuk surga yaitu Jama’ah “. Dan di Hadist termidzi juga diterangkan: “ barang siapa yang ingin masuk surga maka tetapilah Jama’ah “. Dari beberapa Hadist tersebut maka dapat kita simpulkan Jahiliyah yang dimaksud disini setara dengan Kafir/orang-orang yang hidup pada zaman Jahiliyah. Tetapi kalau Jahiliyah dipahami bodoh ini jelas tidak dosa sebab tidak ada dalil yang menerangkan dan menguatkan bahwa bodoh itu dosa. Ingat Rosul/Nabi Muhammad awalnya juga bodoh atau Ummiyin. Apakah bodoh itu dosa ?
“ciri – ciri Ahlus Sunnah wal Jama’ah ??? “
- Penganut yang mengaku dirinya Salaf (Salap) sering mengatakan dalam nasehat-nasehatnya dengan kata-kata ciri-ciri ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mereka tidak mengkafirkan-kafirkan golongan lain. Sekarang kita jelaskan dalam masalah agama sebutan ciri-ciri hanya digunakan untuk sesuatu yang tidak bisa dibuktikan dengan kasat mata, contoh : ciri-ciri Ahli Surga, ciri-ciri orang munafik, adapun ciri-ciri Jama’ah ini jelas tidak ada dasarnya. Sebab Jama’ah adalah sesuatu yang dieperintahkan Alloh dan Rosul untuk ditetapi jadi tidak perlu disebutkan ciri-cirinya. Dengan mereka menyebutkan adanya ciri-ciri menunjukkan bahwa mereka tidak paham apa yang dimaksud dengan Jama’ah. Apa ada ciri-ciri Sholat , puasa, zakat, Haji ?…
“ Amir harus mempunyai wilayah ???…“
- Penganut yang mengaku dirinya Salaf atau Salap, sering mengatakan syarat syah seorang Amir, dia harus memiliki wilayah kekuasaan. Keterangan ini jelas salah dan berdasarkan Ro’yi, sebab ternyata mereka tidak bisa menjelaskan satu dalil pun bahwa syarat syahnya Amir harus mempunyai wilayah dan mereka tidak bisa menjelaskan dalil yang menerangkan ancaman bagi seorang Amir yang tidak memiliki wilayah. Kalau memang ada aturan dalam Qur’an Hadist Amir harus mempunyai wilayah otomatis harus ada dalil yang menerangkan syah atau tidaknya dan Ancamannya bagi Amir yang tidak punya wilayah. Ternyata tidak ada dalilnya…
“ Dosa apa yang paling besar ? “
- Mereka Salaf atau Salap menganggap dosa yang paling besar dan bisa mengeluarkan dari islam hanyalah dosa syirik. Sekarang kita jelaskan Qur’an Hadist isinya adalah perintah, larangan, dan cerita, kalau masalah larangan jelas dosa syirik menduduki ranking pertama, dan dosa syirik bisa melebur semua amalan. Tetapi kalau masalah perintah yang hukumnya wajib ini tidak bisa ditawar bahkan kalau sampai ditinggalkan dengan secara sengaja dan dengan alasan yang tidak sesuai dengan aturan Qur’an Hadist bisa melebur semua amalan kita seperti halnya syirik, contoh ; syahdat, sholat, puasa, zakat, tetapi kita mampu menunaikan Haji tidak mau melaksanakan hukumnya mati Yahudi Nasrani atau setara dengan orang kafir.otomatis amalan kita yang sebelumnya juga lebur. Demikian juga kalau syahadat, sholat, puasa, zakat, Haji kita laksanakan tetapi kita tidak menetapi Jama’ah, tidak punya Imam maka hukumnya kita digolongkan islam yang 72 golongan yang dijamin masuk neraka atau amalan kita menjadi lebur atau setara dengan Kafir.
Dari contoh keterangan diatas menunjukkan mereka itu bisa di golongkan dakhonuh atau asabnya zaman khoir dimana mereka berbicara atas nama Qur’an Hadist tetapi keterngannya menyimpang jauh dari keterangan Qur’an hadist sebenarnya.



