08
Feb
Siapakah yang dimaksud dengan Sulthon ?…
Rosulluloh Saw bersabda yang diriwayatkan dalam HR. Ahmad : “Adapun Kholifah berkuasa selama 30 tahun dan setelah itu muncullah ratu/amir/imam/pengatur”. kalau Sabda Nabi yang menerangkan penguasa/ratu itu diartikan sebagai kepala negara/ penguasa wilayah ini jelas keterangan salah. Alasannya…?
- Munculnya Ratu yang dimaksud disini adanya setelah Kholifah, padahal kalau di artikan penguasa atau raja seharusnya Nabi tidak mengatakan adanya setelah Kholifah. sebab penguasa/raja itu sudah ada jauh sebelum Kholifah Ada, bahkan zaman Nabi-nabi terdahulu sudah ada raja.
- Kalau ratu ini di artikan penguasa negara, Bagaimana kalau penguasanya bukan orang Iman/islam ?. berarti penjelasan dalam Qs. Al-Imron 102 orang iman di suruh thoat pada Alloh, Rosul, dan penguasa kafir ???.
- Kalau memang keterangannya demikian. Kenapa Nabi Muhammad dulu tidak bi’at saja dengan Abu lahab/Abu Jahal (pemimpin Qurais lainnya).
- Kalau memang keterangan ratu di artikan penguasa negara. saya kuatir kalau orang-orang kafir mendengar Qs. Al-Imron 102 mereka tidak mau thoat pada pemerintah. karena pengertian ayat ditujukan hanya khusus untuk orang-orang iman.
seharusnya orang-orang yang mengaku dirinya salaf itu sadar dengan keganjilan-keganjilan di atas.



