Mereka golongan salafi pernah mengatakan ada beberapa aparat negara dari kades sampai menteri, dari ABRI atau kepolisian ( dari tamtama sampai perwira ) terpengaruh masuk front pembela qur’an hadist dan menurut mereka ( golongan salafi ) pejabat-pejabat tersebut dianggap oknum yang melindungi front pembela quran hadist, padahal tidak jarang dalam menjalankan tugasnya dalam pemerintahan mereka banyak yang mendapat penghargaan dari pemerintah karena ke Profesionalismenya dan loyalitas dalam mengabdi kepada Nusa dan Bangsa.
pembahasan saya sekarang :
Anda sendiri ( golongan salafi ) sudah mengetahui dan mengakui banyak orang pemerintahan mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi ikut mengaji ke front pembela quran hadist , pertanyaan saya, Bagaimana jika suatu saat Presiden yang Anda anggap sebagai Amir atau Imam juga ikut-ikutan masuk front pembela quran hadist dan beliau menyatakan kebenaran pada pihak kami front pembela quran hadist, yang menjadi permasalahan selanjutnya anda menganggap presiden sebagai Amir anda, sedangkan presiden/Amir anda menganggap Amir front pembela quran Hadist sebagai Amirnya, dalam hati anda pasti akan bertanya apakah mungkin kejadian itu terjadi ??? ( kalau Alloh menghendaki semua bisa terjadi ).
APA YANG ANDA LAKUKAN ???? AMIR / Presiden yang anda baiati ternyata tidak merasa sebagai Amir anda, tetapi beliau malah menganggap Amir front pembela quran hadist sebagai Amirnya.



