Front Pembela Qur'an Hadist

" Kembali pada Hukum Alloh Rosul "
RSS Feed
  • Anda dapat berlangganan blog saya melalui Google Reader.
  • Home
  • Visi
  • Misi
  • Contact us
  • Download
  • Crew FPQH
  • Sidebar Off
  • Sidebar On

    Clock


  • Clock Plugin created by Jake Ruston's Wordpress Plugins - Powered by Art Portfolio Case and home mortgage online.

  • Jumlah Pengunjung

    find a web designer
  • Facebook

    FPQH

    Promote Your Page Too
  • NB

    Kami Ucapkan sukron jazila, Jazakumuollohukhoiro kepada semua pihak yang telah membantu dalam mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran dalam rangka perjuangan ini. semoga menjadikan kebarokahan dan bermanfaat bagi kelangsungan ilmu qur'an hadist. Amin

  • Archive for the ‘Perdebatan with Salafi’ Category

    10
    Feb

    Perdebatan with Salafi

    1 CommentObrolan Ringan, Perdebatan with SalafiFebruary 10th, 2010admin

    Perselisihan dan perdebatan masalah agama sudah ada jauh sebelum agama islam ini ada, nabi-nabi dahulu pun juga mengalami perdebatan-perdebatan dengan orang-orang kafir dan perdebatan ini akan ada sampai di akhir zaman / hari kiamat. tetapi perlu pembaca ketahui dan pahami kebenaran itu akan dapat kita rasakan bila kita bisa berfikir dengan jernih dan menggunakan akal sehat, disini saya akan menceritakan pengalaman saya waktu melakukan diskusi atau perdebatan dengan salah seorang yang mengaku dirinya kelompok / golongan Salafi, dia seorang uztad yang bernama Syaifudin dari kabupaten kediri tepatnya desa Pojok Kec. Wates. perdebatan kami ini akan kami ceritakan sesuai dengan aslinya tinggal pembaca nanti bisa mengambil kesimpulan. Alqur’an dan Alhadist adalah pedoman umat islam seluruh dunia tetapi walaupun seluruh golongan islam menyatakan alqur’an dan alhadist sebagai pedoman, kenyataannya praktek ibadah tiap-tiap golongan di dalam islam tidak sama semua ini di karenakan metode yang di pakai untuk memahami alqur’an dan alhadist berbeda-beda, suatu misal ada yang menggunakan sistem madzdhab, manhaj, dan ada juga yang menggunakan sistem berisnad, padahal dalam beribadah kita di tuntut harus benar / sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Alloh Rosul, maka untuk bisa beribadah dengan benar kita di haruskan untuk memahami alqur’an dan alhadist sesuai dengan yang dikehendaki Alloh Rosul. dan apabila dalam menerangkan alqur’an dan alhadist itu benar maka keterangan itu tidak akan bisa di hujat / di debat dan tidak ada titik lemahnya. tetapi bila mana dalam menerangkan alqur’an dan alhadist kita salah maka keterangan itu akan bisa di hujat / di debat dan ada titik lemahnya.
    Berikut ini cuplikan perdebatan saya dengan ustad saifudin :

    Fpqh : Sesuai dengan dalilnya, sekarang ini islam di dalam perselisihan (QS. Annisa’ 59 )(HR. IbnuMajah Jz-1 Sf-16). Menurut bapak uztad, Apa yang Bapak perbuat ?
    Uztad : Maka kita harus kembali ke qur’an hadist !
    Fpqh : Tetapi mengapa ? setiap bapak menerangkan sebuah dalil bertumpu pada pendapat – pendapat sahabat, padahal yang namanya pendapat walaupun itu benar hukumnya tetap salah (HR Abu Dawud ).
    * kemudian uztad tersebut membacakan Qs.taubah 100, yang intinya menurut pendapat uztad tersebut, ayat itu dijadikan dasar untuk mengikuti sunnah Sahabat. ini jelas keterangan salah karena ayat tersebut bukan ayat perintah untuk mengikuti sunnah Sahabat, tetapi ayat tersebut ayat cerita yang menceritakan Sahabat-Sahabat yang pertama kali masuk islam ( Golongan Sahabat yang menjumpai dua kiblat atau Golongan Sahabat yang menjumpai perang badar), kemudian di susul / diikuti Sahabat-Sahabat yang masuk islam pada gelombang kedua ( Golongan Sahabat yang masuk islam setelah fatkhul Makkah). karena tidak ada dalil yang menerangkan kembali pada Sunnah Sahabat kecuali Sunnahnya para Khulafaur Rosyidin.
    * kalau Qs.taubah ayat 100 diterangkan sesuai dengan keterangan bapak ustad Saifudin ini masih bisa di debat dan banyak kejanggalannya :

    1. Merusak pengertian ayat-ayat lainnya atau Hadist-Hadist lainnya contoh Qs. Al-an’am 153, Qs. Az-zumar 55, Qs. Khasyer 7, Qs. Az-zukhruf 43, dan HR. Abu Dawud, HR. Malik. kalau kita kembali ke Sahabat, dalil-dalil/ ayat-ayat di atas akan rusak dan tidak ada gunanya.
    2. Apakah perkataan dan perbuatan semua Sahabat bisa di pertanggung jawabkan, contoh; Sahabat Tsa’labah, Apakah perbuatan Tsa’labah itu bisa di jadikan contoh. ini yang saya maksud keterangan yang masih bisa di debat / di hujat.

    - kemudian pembahasan kedua masalah Jama’ah :
    Fpqh : ” Apa yang di maksud dengan Jama’ah ?”
    Uztad : ” Jama’ah adalah Metode dalam mempelajari Qur’an Hadist”
    Fpqh : ” Dasar dari mana Bapak Uztad mengatakan demikian “
    Uztad : ” Qs. Taubah 100 : “Bahwa kalau kita mau mengikuti Sunnahnya Sahabat di jamin Surga “. Jadi Jama’ah itu metode. dan Pendapat Abdulloh bin Mas’ud :”Jama’ah itu adalah yang mengikuti kebenaranwalaupun kau sendirian”.
    Fpqh :” (diatas Qs. taubah 100 sudah saya kupas ) berdasarkan Sabda Rasulluloh Saw, Pendapat itu hukumnya salah”.
    * Sekarang saya garis bawahi ucapan Ulama’ itu di bagi menjadi 3 yaitu :

    1. Ucapan yang sifatnya memperkuat Hadist, contoh : Ucapan Sahabat Abu Darda’ “Kamu tidak akan tersesat selama kamu mengikuti atstar/isnad ” , Ucapan Sahabat Ali bin ABi Thalib :”Seandainya agama itu berdasarkan pemikiran, maka pasti bagian bawah sepatu KHUF lebih utama untuk di usap dari pada bagian atasnya. Akan tetapi saya melihat Rosulluloh Saw mengusap bagian atasnya”.
    2. Ucapan yang sifatnya berdasarkan Fakta, contoh : Ucapan Abdulloh bin Mubarok:”Isnad itu termasuk Agama andai kata tidak ada sandaran guru atau isnad Niscaya berkata oang yang berkehendak pada apa yang ia kehendaki”. Maka bisa kita buktikan pendapat imam syafi’i belum tentu sama dengan imam Ghazali.
    3. Ucapan yang berdasarkan murni pendapat , Ucapan Abdulloh bin Mas’ud:”Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun kau sendirian”

    diantara dari 3 kriteria Ucapan ulama’ itu hanya no.1 dan no.2 saja yang bisa di pakai adapun yang no.3 hukumnya jelas DILARANG !

    • Search:
    • Menu Utama

      • Home
      • Visi
      • Misi
      • Contact us
      • Download
    • Artikel

      • Islam
        • As-Sulthon menurut Qur’an Hadist
        • Dakhonuh
        • Jama'ah
        • Keutamaan Ilmu Mangkul
        • Metode Mempelajari Qur'an Hadist
        • Obrolan ringan bersama orang yang mengaku salaf versi Indonesia
        • Penjelasan Surat Ali-Imron ayat 103 dan 105
        • Wajib Bai'at
        • Wassabiquna Alauwalun
      • Obrolan Ringan
        • Answer for Comment of Mr Gonang in artichel Wajib Bai’at
        • Faham Salaf indon == Faham Yahudi …???
        • Ijtihad Amir Salafi Indon…
        • Jawaban untuk Komentar ” Abu Fadhilah “
        • Perdebatan Orang Iman Vs Kafir
        • Perdebatan with Salafi
        • Sejarah Singkat KeAmiran Gol. yang mengaku Salafy di Indonesia
        • Tanggapan untuk Salafi
        • “Front Pembela Qur’an Hadist ” Vs “Oposisi / Mua’laf Mauludin”
    • Information

      51,747 spam comments blocked by
      Akismet
      • Home
      • Visi
      • Misi
      • Contact us
      • Download
      • Crew FPQH

      Developed by Official Front Pembela Qur'an Hadist © 2010