Cara orang Iman berdebat dengan orang kafir jelas tidak sama, kalau orang iman debat dengan menggunakan akal dan dasar dalil yang jelas, tetapi kalau orang kafir intinya selalu tidak percaya dengan apa yang dikatakan orang iman gaya bahasa orang kafir dalam berdebat dari zaman ke zaman sama sesuai dengan firman Alloh :”ketika Alloh memberitahu kepada nabi muhammad Saw; dan Alloh berfirman :”Hai Muhammad Apakah orang-orang kafir itu sebelum mati berpesan kepada anak turunnya, besok kalau ada agama yang seperti ini (agama Alloh) hujatlah dengan bahasa seperti ini”.
contoh: Orang kafir bertanya kepada orang iman, Hai orang iman apakah kamu percaya patung yang aku sembah ini adalah tuhanku ?
jawab orang iman : ya aku percaya itu tuhanmu,
orang kafir bertanya lagi: tetapi mengapa kamu tidak mau menyembah tuhanku?
jawab orang iman : karena patung-patung itu buatan manusia , bagaimana kamu bisa menyembahnya ?padahal jelas tidak ada tuhan selain Alloh.
kemudian orang iman bertanya kepada orang kafir: hai orang kafir, apakah kamu percaya bahwa Alloh tuhanku dan dia telah menurunkan Qur’an padaku ?
jawab orang kafir :aku tidak percaya, bahwa Alloh itu tuhanmu, dan Qur’an itu buatan kamu sendiri Muhammad.
Sekarang kita kembali pada zaman perselisihan di dalam islam atau setelah islam pecah menjadi 73 golongan,
Golongan yang mengaku Salafi bertanya, Apakah kamu percaya bahwa metode yang aku pakai dalam belajar Qur’an dan Hadist menggunakan metode Manhaj/Pendapat Sahabat ?.
Jawab Front Pembela Qur’an Hadist: Ya, Aku percaya kamu memakai metode manhaj ?
Golongan yang mengaku Salafi bertanya, tetapi mengapa kamu tidak memakai metode Manhaj seperti Aku ?
jawab Front Pembela Qur’an Hadist:Bagaimana Aku bisa memakai metode Manhaj, sedangkan Manhaj adalah pendapat, padahal JELAS HUKUMNYA PENDAPAT SANGAT DILARANG OLEH ALLOH ROSUL.
Front Pembela Qur’an Hadist bertanya : Apakah kamu percaya bahwa metode yang saya pakai dalam mempelajari Qur’an Hadist dengan cara Manqul, berisnad, Muttashil Sampai Rosulluloh ?
Jawab Golongan yang mengaku Salafi:Ah.. Aku tidak percaya, mungkin itu ro’yi dari ulama’ kamu.
itu tadi Gambaran Gaya bahasa orang-orang iman dan orang-orang kafir. bukan berarti kami Front Pembela Qur’an Hadist menganggap anda Uztad-uztad yang mengaku Golongan Salafi termasauk golongan kafir, tetapi cara bicara anda dalam berdebat seperti gayanya orang-orang kafir.yang mana sudah dijanjikan oleh Alloh bahwa gaya bahasa seperti itu akan ada sampai akhir zaman.



