Kupas Tuntas Ali-Imron 103 – 105
AL- Imron 103
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ
يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya :
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dengan berjama’ah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
AL- Imron 105
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ
الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya :
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
Saudara – saudara seiman marilah kita pelajari dua ayat di atas, yang mana dua ayat tersebut sangat fundamental dalam menetapi Jama’ah, ada beberapa pesan yang terkandung di dalam dua ayat tersebut :
- Perintah dari Alloh langsung pada kaum muslimin untuk menetapi Jama’ah.
- DIlarang berpecah belah, atau bergolong-golong setelah datang keterangan yang jelas (setelah menetapi Jama’ah atau setelah mendapat Hidayah).
- Janjinya Alloh yang wajib dan pasti benarnya bahwa hanya dengan berjama’ah persatuan akan terwujud atau tidak akan terjadi bergolong-golong.
Keterangan Pertama : Kaum Muslimin Hukumnya wajib dalam menetapi Jama’ah (langsung lihat pada artikel Wajib Baiat)
Keterangan Kedua : Dilarang Keras !!! berpecah belah atau bergolong-golong setelah menetapi Jama’ah.
Keterangan Ketiga : ini adalah janjinya Alloh yang bisa langsung dibuktikan didunia, seperti halnya hidup dan mati kita bahwa setiap makhluk hidup pasti akan merasakan mati. dalam Ali-Imron 103 Alloh berjanji hanya dengan menetapi Jama’ah tidak akan terjadi bergolong-golong atau berpecah belah diantara kaum muslimin, dalil ini tidak mansuh dan tidak mengenal situasi kondisi, jadi kalau ada orang islam (termasuk orang yang mengaku Salafi) mengaku Jama’ah dengan menganggap Pemerintah sebagai Umaro’ atau menghubungkan Pemerintah dengan Umaro’ yang dimaksud dalam Qur’an Hadist, ini perlu di cuci otaknya karena tidak ada dalil dalam Quran Hadist yang namanya Jama’ah dengan mengangkat seorang Imam tetapi di dalamnya berfirqoh-firqoh atau bergolong-golong, sedangkan mereka Salafi, JI (Jama’ah Islamyiah), Muhammadiyah, NU dll menganggap Pemerintah sebagai Umaro’ tetapi mereka sungguh bergolong-golong bahkan saling berseberangan tidak jarang diantara mereka saling menghina, menjelek2kan, bahkan saling beradu fisik. ini yang salah janjinya Alloh dalam ALi-Imron 103 atau mereka yang salah memahami tentang Jama’ah. (Afalaa Ta’qiluun)…
Semoga orang-orang yang mengaku dirinya Salafi bisa tercuci otaknya setelah membaca keterangan ini… jangan banyak dalil tetapi gak ngerti penerapannya. Istilah orang Jawa ( “KAKEAN DALIL TAPI ORA NGERIL”).
Hidup Qur’an Hadist yang sesuai dengan mangkul, musnad, mutashil.



